Leave Request Workflow

Posted on Oktober 14, 2011

0


Aplikasi Leave Request atau Permohonan Cuti merupakan case yang populer untuk aplikasi workflow. Hampir setiap kali berdiskusi untuk pembuatan aplikasi workflow pertamakali, terbersit (di benak Customer) untuk memulai dari case Workflow Permohonan Cuti. Kenapa ini sering dijadikan case pertama ? Mungkin alasan yang paling kuat adalah cuti diajukan oleh semua karyawan, mulai dari yang paling bawah sampai yang paling atas. Jadi aplikasi Cuti akan dipakai oleh semua Karyawan dalam Perusahaan.

Aplikasi Cuti bisa dibuat menjadi aplikasi workflow yang sederhana maupun yang lebih Advance. Berikut fitur yang bisa dibangun jika ingin membuat aplikasi Cuti yang sederhana, yaitu:

  1. Pengisian formulir Permohoan Cuti
  2. Persetujuan oleh bagian terkait (Atasan dan/atau HRD)

Sedangkan fitur-fitur Advance yang bisa dikembangkan adalah:

  1. Perhitungan sisa cuti untuk cuti tahunan beserta dengan aturannya seperti apakah sisa cuti bisa dibawa ke tahun berikutnya, sisa cuti apakah bisa diuangkan, dst.
  2. Pengontrolan cuti selain cuti tahunan, seperti pernikahan, naik haji, kelahiran, dst.
  3. Pengiriman data cuti untuk digunakan di mesin absensi dan aplikasi penggajian
  4. Pengontrolan terhadap aturan cuti, seperti per perhomonan hanya boleh mengajukan cuti maks. xx hari, dalam 1 Departemen hanya boleh ada xx permohonan, dst.

Untuk perhitungan sisa cuti, didalam aplikasi Permohonan Cuti, bisa ada dua alternatif, yaitu dilakukan didalam aplikasi ini atau jika Perusahaan sudah punya aplikasi tentang kepegawaian yang didalamnya sudah ada modul cuti-nya, maka aplikasi Cuti akan mengecek secara online sisa cuti sebagai validasi permohonan.

About these ads